November 30th, 2008Antara Sukses dan Gagal
Beberapa hari yang lalu, tanpa sengaja saya bertemu dengan sahabat lama. Saya perhatikan, penampilannya tambah perlente. Maklum sejak terakhir bertemu delapan tahun yang lalu, kami tidak tinggal satu kota. Secara materi dia sudah sukses. Mungkin delapan tahun tidak bertemu, usahanya tambah maju saja. Singkat kata, kami melepas kangen dengan ngobrol di sebuah restoran yang cukup mewah.
Tengah berbincang santai, pesanan makanan dan minuman datang. Sambil tetap ngobrol, kami langsung makan. Saya perhatikan, sahabat saya tidak terlalu berselera untuk menghabiskan makanan yang tersaji. Padahal dia yang menentukan menu yang kami pesan. Selesai makan, saya tanyakan, mengapa dia terlihat tidak terlalu bersemangat. Dia langsung curhat ke saya tentang anaknya.
“Kamu ingat nggak anakku yang aku kirim ke Belanda untuk kuliah di sana ?”.
Jelas saya ingat, karena waktu keberangkatan anaknya ke Belanda, dia sekeluarga menginap dulu di rumah saya.
“Satu bulan yang lalu dia sudah pulang”. Saya tanya, “Bagaimana studinya?”
Dia langsung berkeluh kesah, “Anakku tidak bisa menyelesaikan studinya. Padahal delapan tahun dia di sana”. Setiap menghadapi masalah tentang pendidikan anak-anaknya, dia memang suka mendiskusikannya dengan saya. Maklum, saya memang praktisi di bidang pendidikan. “Aku pusing memikirkan kegagalan anakku yang satu ini. Tolonglah kamu ajak bicara dia. Aku sangat waswas dengan masa depannya. Tiga hari lagi dia mau ketemu temannya di Surabaya ini, biar sekalian aku suruh mampir ke rumahmu”. Saya sanggupi permintannya, karena anak-anaknya cukup akrab dan cukup terbuka dengan saya.
Baca lanjutan dari tulisan ini »
Popularity: 36% [?]
Pada 1953, karir James Burke di Johnson & Johnson hampir berakhir bahkan sebelum ia sempat memulainya. Segera setelah dia masuk di perusahaan, dia dipercaya sebagai direktur produk untuk beberapa ragam obat-obatan untuk anak. Seluruhnya gagal - gagal berjuta-juta dollar. Dia pun dipanggil ke kantor atasan, dan beranggapan kuat dia akan dipecat. Namun ternyata atasan tertinggi Johnson berkata padanya bahwa bisnis ini adalah tentang pengambilan keputusan. Anda tidak membuat keputusan tanpa kemudian berbuat kesalahan. Yang penting jangan sampai membuat kesalahan dua kali. Lagipula, perusahana sudah berinvestasi jutaan dollar untuk edukasi si James Burke ini. Klo sudah begitu, masa perusahaan mau dengan mudahnya melepaskan Burke.


Terlepas dari apa pekerjaan kita masing2, kita semua menghabiskan sebagian besar waktu kita -baik di rumah maupun di tempat kerja- untuk memecahkan masalah. Mayoritas masalah kita biasanya adalah masalah2 kecil, beberapa adalah masalah besar dan kompleks, yang semua butuh dipecahkan secara memuaskan. Sebelum kita masuk ke ranah analisa masalah dan solusi dalam rangkaian tulisan mendatang, sebaiknya kita mulai ke perihal yg mendasar dulu tentang apa sih yg dimaksud dg masalah.

