November 10th, 20087 Pertanyaan Ampuh Untuk Pemecahan Masalah

Ada orang2 yg mempercayai bahwa masalah akan terpecahkan dg sendirinya seiring dg perjalanan waktu. Ada juga yg beranggapan bahwa kita pada akhirnya akan bisa memecahkannya dengan terus melakukan hal yg sama berulang kali. Semuanya tidaklah efektif. Jika kita tidak secara aktif mencari solusi, maka hampir selalu masalahnya tak akan terpecahkan. Jika kita berulang kali menjalani alternatif solusi yg sama dan terbukti telah gagal, maka tentu saja kita akan mengalami kegagalan yg sama.
Kuncinya adalah untuk selalu menanamkan rasa penasaran dalam diri tentang situasi yg terjadi. Lihatlah permasalahan sebagai sebuah peluang untuk meningkatkan daya kreativitas dan intelektuan alih2 sebagai sebuah penghambat. Memang awalnya tidak mudah sih, tapi ketika Anda sudah berhasil menghunjamkan perspektif ini dalam diri Anda, maka kemampuan problem solving Anda akan jauh lebih meningkat.
Nah, dalam rangka menanamkan rasa penasaran atas situasi dan permasalahan yg dialami, maka artinya kita harus memulainya dg pertanyaan yg efektif.
1. Apakah ini benar-benar merupakan masalah?
Anda akan bisa dibuat terkejut ketika mengetahui bahwa seringkali apa yg awalnya dianggap sbg masalah ternyata bukanlah benar2 suatu masalah. Ingat bahwa tingkat stres kita dipengaruhi oleh bagaimana mindset kita terhadap suatu situasi dan permasalahan. Sehingga mindset kita mengarahkan kita pada masalah, maka akan benar masalah pula lah yg akan kita temukan.
Anda diminta untuk berbicara di acara perpisahan alumni, Anda diminta untuk memberikan training untuk para karyawan baru; itu semua sebenarnya masalah atau justru bukti bahwa reputasi Anda telah meningkat dan sebenarnya merupakan kesempatan untuk bisa berkembang dan naik tingkat.
2. Masalahnya apa sih?
Definisikan masalahnya. Jangan terperangkap oleh pemikiran bahwa jika Anda terus menindaki masalah, maka solusi akan bisa tercapai dg sendirinya. Belum tentu. Harus diperjelas dulu masalahnya apa.
Ketika Ibu kost2an pernah marah dan ngomong nggak enak ke Anda, maka jangan langsung melompat ke kesimpulan untuk mempersiapkan mental dan omongan balasan jika suatu saat nanti Ibu Kost kembali ngomel2. Masalahnya sebenarnya apa sih? Apa yg mbikin Bu Kost marah, apa karena Anda atau memang karena alasan yg lain, misal krn masalah pribadi Bu Kost. Jika memang masalahnya pada Anda, ini karena Anda yg sejak awal bikin masalah, ataukah jangan2 cuman Anda saja yg salah mempersepsi sikap Bu Kost yg sebenarnya tidak dianggap sbg kemarahan bagi orang lain.
3. Masalah apa yg harus diselesaikan sebelum ngurusin masalah yg satu ini?
Setelah definisi masalahnya jelas, maka kita perlu bertanya lagi, apa ada masalah lain yg perlu terlebih dulu aku selesaikan? Seringkali sebuah masalah merupakan kumpulan dari masalah2 yg lebih kecil. Dg memecahkan masalah2 kecil satu per satu, maka Anda akan jadi lebih efisien dalam menyikapi permasalahan besar.
Dg contoh bu kost di atas semisal, ketika itu ternyata disebabkan oleh sikap Anda yg telah menyakitkan bu Kost, maka masalah yg perlu disolusikan terlebih dahulu adalah mencari tahu perilaku apa yg secara spesifik membuat bu Kost marah. Masalah kecil apa dg Bu Kost yg perlu diselesaikan dulu; apakah terkait cara Anda memanggil Bu Kost, memanggil anak Bu Kost, tentang waktu Anda membayar tagihan kamar, tentang kebiasaan Anda dalam membuang sampah di area sekitar kamar, atau apa.
Dengan demikian, Anda tidak perlu langsung melompat ke kesimpulan untuk bicara terus terang dg Bu Kost menanyakan apa sih sebenarnya masalah yg mbikin dia marah.
4. Kapan (saja) ini kejadiannya?
Dan mengingat bahwa masalah sebenarnya merupakan akumulasi dari banyak pilihan yg salah, maka ingat2 juga kapan saja Anda pernah membuat pilihan yg salah terkait dg masalah besar yg satu ini.
5. Siapa saja yg terpengaruh oleh masalah ini?
Bisa jadi bukan Anda saja yg terkena dampak dari masalah ini. Maka carilah orang2 yg sekiranya terkena dampak dari masalah ini. Jika nasib atau kenyamanan mereka juga terancam, maka mereka bisa dilibatkan sbg bala bantuan untuk pecahkan masalah kita.
6. Bagaimana masalah ini pernah dipecahkan di masa lalu?
Don’t reinvent the wheel. Atas setiap masalah yg Anda hadapi, hampir bisa dipastikan bahwa sudah ada orang lain yg juga pernah mengalami masalah yg sama. Maka dg jaringan pertemanan Anda -entah offline atau di friendster, myspace, blogger social media atau yg lain- carilah orang2 yg bisa mmberikan nasehat bagaimaan cara menyikapi masalah Anda.
7. Apakah ada pengalaman yg mirip di masa lalu?
Sekali lagi, amat bisa jadi masalah ini merupakan akumulasi dari masalah2 kecil, atau bisa jadi merupakan masalah yg dulu pernah terjadi tapi tidak Anda pedulikan. Jika Anda memiliki pengalaman yg mirip dg masalah ini dan pernah Anda pecahkan dg baik, maka gunakan itu sbg petunjuk. Namun tentu saja, masalah yg Anda hadapi skr tidak bisa dipecahkan dg tingkat pemikiran Anda yg dulu. Jangan sekedar copy-paste solusi, karena pasti ada hal2 spesifik yg jadi pembeda. Toh yg namanya masalah juga untuk membuat Anda jadi ter-upgrade, sehingga tidak bisa juga asal copy paste dari pengalaman masa lalu.
Pertanyaan2 di atas akan membantu Anda mencari solusi yg terbaik untuk masalah Anda dg tidak langsung melompat pada kesimpulan, namun dg pertanyaan2 cerdas di awal.
Jika Anda punya daftar pertanyaan lain, maka silahkan berbagi ^_^
Popularity: 26% [?]

