September 16th, 2008Berpikir Terfokus Seiring dg Pertambahan Umur
Semakin muda usia seseorang, biasanya semakin besar kemungkinan bagi dia untuk memperhatikan terlalu banyak hal. Hal ini memang bisa jadi suatu kebaikan. Toh mumpung masih muda, maka dia memang masih harus mengenali kekuatan2 dan kelemahan2 dirinya. Tapi tetap saja, bila di saat itu dia terus mengubah pengharapan dan cita-citanya, maka dia telah menyia-nyiakan energi mental dan waktunya.
Salah satu penyebab orang muda mudah berputus asa dan terlalu cepat berpindah impian adalah karena dia menginginkan hasil/pencapaian yg tampak seketika atas impian yg tenggat atau kriterianya terlalu tinggi. Untuk mengilustrasikan ini, saya sampaikan saja cerita dari Charlie Brown.
Suatu hari, pukulan baseball Charlie Brown meleset. Dia pun mengomel,”Dasar! Aku tidak akan pernah menjadi pemain liga besar. Aku benar2 tidak berbakat! Seumur hidup aku memimpikan untuk bisa bermain di liga besar, tetapi aku takkan pernah berhasil.”
Si Lucy lalu menanggapi, “Charlie Brown, kamu berpikir terlalu jauh. Yang perlu kamu perbuat adalah menetapkan sasaran2 yg lebih dekat bagi dirimu sendiri.”
Sejenak, Charlie Brown melihat secercah harapan. “Sasaran2 yg lebih dekat?” ia bertanya.
“Benar”, jawab Lucy. “Mulailah dengan permainan berikutnya. Ketika kami lari, pastikanlah kamu tidak terjatuh!”
Pemikiran terfokus memang diawali dg penetapan impian atau sasaran jangka panjang, namun untuk berikutnya adalah langkah dan sasaran jangka pendek lah yang menjadi concern kita. Kemampuan untuk membuat penahapan dari impian adl salah satu keterampilan yg perlu kita miliki untuk meraih sukses.

Selanjutnya, semakin tua usia seseorang, dan semakin banyak pengalaman yg sudah dimilikinya, maka kebutuhan untuk berfokus menjadi amat krusial. Di saat ini seseorang harus sudah bisa membaca kecenderungan2 dan bakat2 terbesarnya untuk kemudian dijadikan pertimbangan untuk membuat fokus dari banyak perihal yg sedemikain menyenangkan untuk dicapai atau dijalani.
Impian kita boleh liar, tapi tetap dibutuhkan fokus untuk mencapai semua impian itu satu per satu. Tidak bisa kita berusaha mencapainya secara bersamaan. Semua tentu ada tahapan dan urutannya.
Popularity: 4% [?]

