Ditulis oleh: Akhmad Guntar
Bagian kanan otak dapat mencerna berbagai macam hal logis. Menggambar, mengarang, dan melukis mungkin tampak seperti aktivitas belahan otak kiri, namun para seniman memperlihatkan aktivitas bilateral. Dalam merencanakan karya seni, mereka mengikuti logika dan aturan mereka sendiri tentang bentuk, warna, dan suara.
Baca lanjutan dari tulisan ini »
Popularity: 56% [?]
Ditulis oleh: Akhmad Guntar
Pemikiran bahwa satu sisi otak adalah logis dan sisi lainnya kreatif sudah ketinggalan zaman. Kita sesungguhnya bisa menjadi sangat kreatif dengan mengikuti dan menggunakan tahap-tahap, pola, dan variasi yang logis. Buku karya Edward DeBono mengenai berpikir lateral (1970) mengingatkan kita bahwa seseorang dapat menggunakan “sistem otak-kiri” untuk menjadi kreatif. Selama bertahun-tahun dia telah melakukan serangkaian proses untuk sampai kepada solusi kreatif melalui metode yang bertahap.
Baca lanjutan dari tulisan ini »
Popularity: 53% [?]
Ditulis oleh: Akhmad Guntar
Mampukah kita menghadapi perubahan cepat dan kompleksitas tanpa merevolusi cara berpikir kita? Secara tradisional, pemikiran kita telah didesain untuk urusan rutinitas atau kebiasaan, yakni sebagai bentuk otomatisasi dan prosedural baku. Kita belajar bagaimana merampungkan pekerjaan, dan lalu kita menggunakan hasil pembelajaran itu berulang2. Namun masalah yg skr kita hadapi, dan akan terus bertambah, membutuhkan cara berpikir yg berbeda: cara berpikir yg lebih kompleks, lebih adaptif, dan lebih peka pada cara pandang yg divergen. Dunia kita saat ini menuntut kita untuk terus belajar kembali, memikirkan kembali keputusan2 kita, dan juga mengevaluasi cara2 kita hidup dan bekerja.
Baca lanjutan dari tulisan ini »
Popularity: 23% [?]
Ditulis oleh: Akhmad Guntar
Acapkali kita ditipu mentah-mentah, dengan dikarenakan adanya pengacauan intelektual dengan cara yang halus.
Kesalahan2 dalam berpikir (Intellectual cul-de-sac) ada enam macam yaitu :
Baca lanjutan dari tulisan ini »
Popularity: 22% [?]