Ditulis oleh: Akhmad Guntar
Pada 1953, karir James Burke di Johnson & Johnson hampir berakhir bahkan sebelum ia sempat memulainya. Segera setelah dia masuk di perusahaan, dia dipercaya sebagai direktur produk untuk beberapa ragam obat-obatan untuk anak. Seluruhnya gagal - gagal berjuta-juta dollar. Dia pun dipanggil ke kantor atasan, dan beranggapan kuat dia akan dipecat. Namun ternyata atasan tertinggi Johnson berkata padanya bahwa bisnis ini adalah tentang pengambilan keputusan. Anda tidak membuat keputusan tanpa kemudian berbuat kesalahan. Yang penting jangan sampai membuat kesalahan dua kali. Lagipula, perusahana sudah berinvestasi jutaan dollar untuk edukasi si James Burke ini. Klo sudah begitu, masa perusahaan mau dengan mudahnya melepaskan Burke.
Baca lanjutan dari tulisan ini »
Popularity: 21% [?]
Ditulis oleh: Kreshna Aditya

How to Get Ideas by Jack Foster
Apa saja langkah-langkah yang perlu kita lakukan untuk mendapatkan ide? Dalam bukunya, How to Get Ideas, Jack Foster justru menuliskan beberapa pendapat pakar-pakar lain tentang langkah penciptaan ide. Misalnya, Hemholtz, seorang filsuf Jerman menyebutkan ada tiga langkah yang ia gunakan untuk menciptakan pemikiran baru. Pertama, tahap persiapan, di mana dia menginvestigasi masalah yang dihadapi “dari segala sisi”. Kedua, tahap inkubasi, di mana dia tidak lagi secara sadar memikirkan masalah tersebut. Ketiga, tahap iluminasi, yaitu saat di mana ide “muncul begitu saja tanpa disadari dan tanpa diusahakan” layaknya sebuah inspirasi. Pakar lain, James Webb Young, dalam bukunya A Technique for Producing Ideas, menggambarkan lima langkah penciptaan ide. Pertama, pengumpulan “bahan mentah” atau informasi yang diperlukan untuk menganalisa masalah. Kedua, menganalisa informasi secara mendalam. Ketiga, meninggalkan masalah dan tidak memikirkannya sama sekali. Keempat, tiba-tiba ide akan muncul secara tidak terduga. Kelima, mengubah ide menjadi kenyataan. Terakhir, Charles S. Wakefield, penulis buku Predator of the Universe: The Human Mind, menyebutkan tentang lima langkah mental saat proses penciptaan ide kreatif. Yang pertama adalah kesadaran akan masalah yang dihadapi. Kedua, pendefinisian masalah. Ketiga, pemahaman akan masalah dan data-data faktual yang terkait dengannya. Keempat, periode inkubasi dan masa tenang. Kelima, saat munculnya “ledakan”, yaitu munculnya ide yang sepertinya tidak melalui tahap pemikiran logis dan terurut. Baca lanjutan dari tulisan ini »
Popularity: 43% [?]
Ditulis oleh: Akhmad Guntar
Jangan berpikir melangit. Untuk memecahkan masalah, Anda (pada akhirnya) harus mengubah pemikiran abstrak menjadi konkrit berdasarkan realitas.
Ketika para pengendara motor diminta pendapatnya tentang BBM yang lebih ramah lingkungan (berpolusi lebih sedikit), maka mereka semua sepakat dan mendukung. Namun ketika mereka diminta untuk membeli sendiri BBM itu yang memang harganya lebih mahal, maka urusannya sudah jadi beda.
Kecuali Anda dihadapkan pada keputusan yang harus segera diambil, maka kebanyakan keputusan biasanya masih masuk di wilayah langit atau abstrak. Memikirkan hal yang konkrit akan mengubah bagaimana Anda mendekati permasalahan.
Baca lanjutan dari tulisan ini »
Popularity: 23% [?]
Ditulis oleh: Akhmad Guntar
Ada seorang penulis bernama Gay Talsese yg ketika dia berada dalam tenggat yg ketat, terkadang ia menggantungkan salinan tulisannya agak jauh di ruangannya lalu membacanya dari sebuah teropong pembesar. Kebiasaan yg aneh. Tapi dg melakukan hal itu, dia serasa bisa melihat gagasannya dalam mata dan cara pandang yg berbeda. Dengannya, dia jadi merasa ada jarak antara dia dan gagasannya.

Lho, kenapa dia sampai harus melakukan itu? Kenapa kok sampe harus repot2 menjaga jarak dari masalah atau pekerjaan kita?
Coba Anda ingat baik2, jika Anda diminta untuk menyelesaikan masalah, mudah mana, antara menyelesaikan masalah orang lain dg menyelesaikan masalah diri sendiri?
Baca lanjutan dari tulisan ini »
Popularity: 22% [?]
Ditulis oleh: Akhmad Guntar
Terlepas dari apa pekerjaan kita masing2, kita semua menghabiskan sebagian besar waktu kita -baik di rumah maupun di tempat kerja- untuk memecahkan masalah. Mayoritas masalah kita biasanya adalah masalah2 kecil, beberapa adalah masalah besar dan kompleks, yang semua butuh dipecahkan secara memuaskan. Sebelum kita masuk ke ranah analisa masalah dan solusi dalam rangkaian tulisan mendatang, sebaiknya kita mulai ke perihal yg mendasar dulu tentang apa sih yg dimaksud dg masalah.
Masalah itu sebenarnya apa sih?
Salah satu prinsip produktif yg dianut oleh para pemikir kreatif adalah bahwa (hampir) setiap pertanyaan mustinya punya lebih dari satu jawaban benar dan setiap masalah juga mustinya punya lebih dari satu solusi. Oleh karena itu, saya akan menyajikan lebih dari satu definisi tentang apa itu masalah.
Baca lanjutan dari tulisan ini »
Popularity: 100% [?]
Ditulis oleh: Akhmad Guntar

Ada orang2 yg mempercayai bahwa masalah akan terpecahkan dg sendirinya seiring dg perjalanan waktu. Ada juga yg beranggapan bahwa kita pada akhirnya akan bisa memecahkannya dengan terus melakukan hal yg sama berulang kali. Semuanya tidaklah efektif. Jika kita tidak secara aktif mencari solusi, maka hampir selalu masalahnya tak akan terpecahkan. Jika kita berulang kali menjalani alternatif solusi yg sama dan terbukti telah gagal, maka tentu saja kita akan mengalami kegagalan yg sama.
Kuncinya adalah untuk selalu menanamkan rasa penasaran dalam diri tentang situasi yg terjadi. Lihatlah permasalahan sebagai sebuah peluang untuk meningkatkan daya kreativitas dan intelektuan alih2 sebagai sebuah penghambat. Memang awalnya tidak mudah sih, tapi ketika Anda sudah berhasil menghunjamkan perspektif ini dalam diri Anda, maka kemampuan problem solving Anda akan jauh lebih meningkat.
Baca lanjutan dari tulisan ini »
Popularity: 26% [?]
Ditulis oleh: Akhmad Guntar

Riset menunjukkan bahwa siswa yang mendapatkan tidur yang cukup sebelum ujian bisa mendapatkan nilai lebih tinggi, bahkan ketika mereka tidak belajar lagi. Kekurangan tidur bisa memicu timbulnya masalah serius. Tetap terjaga selama lebih dari 22 jam menghasilkan performa psikomotorik yang sama dengan 0,08 konsentrasi alkohol dalam darah.
Kekurangan tidur memang memiliki dampak yg kurang baik pada kesehatan dan kemampuan berpikir. Tanpa istirahat yg cukup, kemampuan otak untuk bereaksi dan memproses informasi secara cepat menjadi berkurang. Otak kita akan bekerja lebih berat untuk menahan dampak dari kekurangan tidur yg mengakibatkan kemampuan konsentrasi kita akan jadi jauh menurun, demikian juga dg kemampuan mengingat.
Baca lanjutan dari tulisan ini »
Popularity: 21% [?]
Ditulis oleh: Akhmad Guntar
Sebelumnya, kita perlu dulu bicarakan tentang apa sih sebenarnya yg disebut dg masalah atau persoalan. Guru di sekolah maupun buku pelajaran seringkali menggunakan istilah ‘permasalahan’ atau ‘persoalan’ dalam konteks persoalan matematika, fisika ataupun urusan Pekerjaan Rumah. Tapi dalam blog ini saya tidak bermaksud untuk membahas dalam konteks yang itu. Memang benar sih bahwa persoalan semacam itu memang juga pantes disebut persoalan dalam artian mereka memang cukup menantang sebagai sebuah pembelajaran. Namun persoalan di penugasan sekolah biasanya sudah memiliki jawaban yang paten, seringkali bahkan hanya ada satu saja jawaban yg benar. Sementara di kehidupan nyata, tidak demikian halnya yg terjadi. Intinya, persoalan dari penugasan sekolah memang beda dari yg ada di kehidupan nyata.
Di kehidupan nyata kita menghadapi persoalan yg amat bisa jadi tidak kita temui jawabannya di buku pelajaran atau buku2 lain. Di sinilah letak kreativitas mengambil perannya. Memang ada kemungkinan masalah yg kita hadapi sudah dipecahkan oleh orang lain, namun senyampang kita masih bersikeras untuk menemukan pemecahan yg lebih baik, maka gaya pemecahan masalah kita boleh terbilang kreatif.
Baca lanjutan dari tulisan ini »
Popularity: 39% [?]
Ditulis oleh: Akhmad Guntar
Salah satu masalah di pendidikan kita adalah kurangnya kesempatan yg diberikan kepada siswa untuk memecahkan persoalan di dunia nyata. Karena seperti yg bisa dibaca di bawah ini, persoalan dari penugasan sekolah dan persoalan dari kehidupan nyata amatlah berbeda. Kegagalan atau kurangnya pembelajaran siswa dalam memecahkan persoalan di dunia nyata akan mengakibatkan kegagapan ketika sudah masuk usia remaja dan usia produktif bekerja.
Baca lanjutan dari tulisan ini »
Popularity: 25% [?]
Ditulis oleh: Akhmad Guntar

Bicara tentang kreativitas, maka ada problem solve untuk perkara2 keseharian. Baiklah, memang tidak setiap hari kita dikejar2 oleh anjing pemburu atau penjaga. Emangnya kita lagi mau maling rumah orang apa
Tapi kalau2 saja hal ini terjadi -semoga tidak-, maka semoga kita sudah kebayang gimana cara menyelamatkan diri. Lagian, ketika sedang belajar berpikir kreatif, maka tak ada salahnya kita pecahkan masalah2 yg fiksional sekalipun. Karena hal ini menyenangkan
Saat tinggal di Cimahi Jawa Barat dulu, di rumah sekitar saya banyak sekali terdapat anjing piaraan. Tapi anjing liar pun juga banyak berkeliaran. Apa yg bisa dilakukan supaya selamat dari kejaran anjing? Baca lanjutan dari tulisan ini »
Popularity: 21% [?]