merasa bete padahal pengen kreatif

Kita ini kan diberi kemampuan oleh Tuhan untuk bisa merasakan banyak sekali sensasi emosi. Namun dalam keseharian biasanya kita sudah lupa dg sekian banyak ragam emosi yg harusnya bisa kita rasakan. Tidak hanya itu, kita ternyata punya lebih banyak perbendaharaan emosi negatif ketimbang yg positif.

Coba aja deh; bosen, frustasi, bingung, depresi, marah, sebel…. nama-nama emosi negatif ini rasa-rasanya kok lebih banyak ketimbang emosi positif seperti bahagia, senang (bedanya apa coba), tentram, sumringah…. ah… masih lebih banyak emosi negatif deh ya.

Padahal klo kita mau jadi lebih kreatif, kita harus bisa membangkitkan emosi2 produktif kita. Ketika kita bisa mengingat saat-saat di mana kita sedemikian berani, maka mood kita akan terbawa pada suasana ingatan tersebut.

Tapi emangnya emosi negatif tidak berguna?

Berguna juga sih, asal itu bisa mengarahkan kita pada kondisi yg lebih baik dari diri kita. Ada kalanya kita butuh mengingat kejadian-kejadian buruk di masa lalu sekedar untuk bisa menyelesaikannya di masa sekarang. Karena bisa jadi pengalaman masa lalu kita meninggalkan trauma yg berbekas hingga sekarang. Namun itu sebenarnya bisa ditanggulangi asalkan saja kita bisa menelusuri kejadian dan sebabnya.

Tapi ketika sudah mau menghasilkan karya kreatif sementara mood lagi jelek, maka penting sekali untuk membuat mood pulih sekedar dg membayangkan hal-hal baik yg pernah kita alami.

Coba deh diingat-ingat:

Terakhir kalinya aku merasa gembira amat sangat adalah ….

Terakhir kalinya aku merasa merasa ketakutan adalah ….

Terakhir kalinya aku merasa asing dengan diri sendiri adalah ….

Terakhir kalinya aku merasa seperti anak-anak lagi adalah ….

Terakhir kalinya aku merasa amat sangat percaya diri adalah ….

Terakhir kalinya aku merasa amat sangat bersyukur adalah ….

(coba Anda bikin pertanyaan sendiri)

Popularity: 29% [?]