How to Get Ideas by Jack Foster

How to Get Ideas by Jack Foster

Apa saja langkah-langkah yang perlu kita lakukan untuk mendapatkan ide? Dalam bukunya, How to Get Ideas, Jack Foster justru menuliskan beberapa pendapat pakar-pakar lain tentang langkah penciptaan ide. Misalnya, Hemholtz, seorang filsuf Jerman menyebutkan ada tiga langkah yang ia gunakan untuk menciptakan pemikiran baru. Pertama, tahap persiapan, di mana dia menginvestigasi masalah yang dihadapi “dari segala sisi”. Kedua, tahap inkubasi, di mana dia tidak lagi secara sadar memikirkan masalah tersebut. Ketiga, tahap iluminasi, yaitu saat di mana ide “muncul begitu saja tanpa disadari dan tanpa diusahakan” layaknya sebuah inspirasi. Pakar lain, James Webb Young, dalam bukunya A Technique for Producing Ideas, menggambarkan lima langkah penciptaan ide. Pertama, pengumpulan “bahan mentah” atau informasi yang diperlukan untuk menganalisa masalah. Kedua, menganalisa informasi secara mendalam. Ketiga, meninggalkan masalah dan tidak memikirkannya sama sekali. Keempat, tiba-tiba ide akan muncul secara tidak terduga. Kelima, mengubah ide menjadi kenyataan. Terakhir, Charles S. Wakefield, penulis buku Predator of the Universe: The Human Mind, menyebutkan tentang lima langkah mental saat proses penciptaan ide kreatif. Yang pertama adalah kesadaran akan masalah yang dihadapi. Kedua, pendefinisian masalah. Ketiga, pemahaman akan masalah dan data-data faktual yang terkait dengannya. Keempat, periode inkubasi dan masa tenang. Kelima, saat munculnya “ledakan”, yaitu munculnya ide yang sepertinya tidak melalui tahap pemikiran logis dan terurut.

Bila kita perhatikan langkah-langkah di atas yang sebenarnya serupa tapi tak sama, maka ada satu langkah yang sepertinya sangat vital dalam proses penciptaan ide namun seringkali kita abaikan. Langkah tersebut adalah saat kita melepaskan masalah yang sedang dihadapi dari beban pikiran kita setelah sebelumnya kita menganalisa segala sesuatu mengenai masalah tersebut. Dalam bahasa Inggris, biasanya langkah ini disebut “sleep on it” atau “dibawa tidur aja”. Langkah ini sepertinya kontradiktif. Bagaimana mungkin saat kita sedang menghadapi masalah atau memerlukan sebuah ide justru kita disarankan melupakannya? Ada beberapa alasan ilmiah yang memperkuat bahwa langkah ini adalah langkah logis dan efektif dalam proses penciptaan ide atau pencarian solusi masalah. Alasan terpenting, penciptaan ide memerlukan kejernihan pikiran. Dengan begitu banyak informasi yang harus kita analisa, interupsi terus menerus dari lingkungan luar, multitasking, stress dan kelelahan di suasana kerja, maka akan sangat sulit bagi otak kita untuk memunculkan ide dan solusi. Kejernihan pikiran ini muncul saat ada keseimbangan antara tubuh, pikiran dan emosi. Namun apakah langkah ini benar-benar sudah terbukti? Coba kita perhatikan cerita-cerita berikut ini.

 

Rancangan mesin jahit karya Elias Howe

Rancangan mesin jahit karya Elias Howe

Seorang penemu dari Inggris, Elias Howe, menemukan mesin jahit modern dengan desain lock-stitch karena ilham yang diterimanya dari mimpi. Awalnya ia mengalami kesulitan saat dihadapkan pada masalah bagaimana merancang mesin jahit yang efisien dengan jarum jahit standar yang waktu itu memiliki lubang di bagian pangkalnya. Pada suatu malam, ia bermimpi sedang berada di dalam hutan belantara dan sedang dikepung oleh suku kanibal yang membawa tombak. Suku kanibal ini memerintahkan Elias Howe untuk menciptakan mesin jahit sebelum matahari terbit, atau ia akan dimasak dan dimakan. Pada paginya, suku kanibal ini datang dan mengelilingi Elias Howe yang belum berhasil menciptakan mesin jahit yang dimaksud, lalu mereka mulai menusuk-nusukkan tombak-tombak mereka kepada Elias Howe dengan irama teratur. Saat itulah Elias Howe memperhatikan tombak-tombak mereka yang ternyata memiliki lubang di mata tombaknya. Akhirnya ia terbangun dan kemudian menciptakan mesin jahit modern seperti yang kita lihat saat ini, dengan jarum yang memiliki lubang di ujung tajamnya dan bukan di pangkalnya.

 

Jangan ganggu! Sedang menunggu ilham!

Jangan ganggu! Sedang menunggu ilham!

Elias Howe tidak sendiri. Albert Einstein berkata bahwa ide terbaiknya muncul saat ia sedang bercukur. Ide-ide Grant Wood muncul saat ia sedang memerah sapi. Hemholtz menegaskan bahwa pemikirannya justru tidak pernah muncul saat ia sedang duduk di meja kerja atau saat otaknya lelah. Masih banyak lagi contoh ide-ide cemerlang yang muncul saat penemunya sedang mandi, lari pagi, piknik, atau tidur. Tentu saja sesudah sebelumnya mereka melakukan analisa mendalam terlebih dahulu mengenai masalah yang dihadapi. Kesimpulannya, kalau kita ingin mendapat ide cemerlang… dibawa tidur aja!

Popularity: 43% [?]