December 9th, 2008Melihat Kembali Dialog Otak Kiri dan Kanan
Sering kita dengar bahwa otak kita terbagi menjadi sisi kiri dan sisi kanan. Nah, tapi adakah hal lain dari otak kita selain itu? Ya, ada. Meskipun pembagian lateral inilah yang paling sering kita dengar, ternyata energi dalam otak kita juga bergerak ke atas dan ke bawah — dari batang otak ke arah korteks kemudian kembali lagi ke bawah—pada sumbu vertikal. Otak kita dirancang untuk memproses secara spasial dari belahan kiri ke kanan, tetapi kita memproses waktu (masa lalu dan masa depan) dari belakang ke depan. Neuropeptida yang bersirkulasi melalui darah juga mempengaruhi pemikiran, perilaku, dan reaksi kita. Otak kita, memang merupakan jagat raya mikro yang luar biasa.
Bertolak belakang dengan apa yang coba diyakinkan beberapa orang kepada Anda, tak ada yang namanya pembelajaran otak kiri dan otak kanan, atau satu otak lebih diaktifkan dan yang lainnya tidak. Karena sesungguhnya tak ada pembelajaran yang terjadi hanya di bagian atas korteks atau hanya pada batang otak saja. Otak kita sesungguhnya amatlah kompleks dan interaktif.Kita semua ini adalah manusia dengan dengan seluruh bagian otak. Setiap bagian dari otak merasakan apa yang dibutuhkan dan berinteraksi dengan bagian yang lain dalam sebuah simbiotik micro-second.
Belahan kiri memproses “bagian per bagian” (secara berurutan); Bagian kanan memproses “secara keseluruhan” (secara acak)
Penelitian yang dilakukan oleh Jerry Levy, Ph.D., dari University of Chicago telah menegaskan bahwa kedua bagian otak memang terlibat hampir dalam setiap aktivitas, dan waktu. Derajat keterlibatan dari otak merupakan faktor yang sangat memengaruhi.Peristiwa yang terjadi pada salah satu belahan dapat memengaruhi perkembangan peristiwa yang terjadi pada saat yang sama di bagian paling jauh di belahan otak lain. Memang baik bila kita mempertimbangkan kespesifikan bagian otak, tetapi mengklasifikasikan semua perilaku ke dalam cetak biru rangkaian perilaku yang kaku dari belahan kiri atau kanan akan mengarah kepada interpretasi yang keliru.
Mari kita lihat contoh yang menggambarkan kespesifikan bagian otak yang kompleks itu. Mendengarkan seseorang berbicara mungkin akan terlihat seperti aktivitas belahan kiri. Karena di saat itu bagian kiri memproses kata-kata, definisi, dan bahasa. Akan tetapi, bertolak belakang dengan hal ini, fakta-fakta membuktikan bahwa belahan kanan memproses modulasi, nada, tempo, volume dari komunikasi tersebut. Itu semua adalah unsur yang sebenarnya lebih kritis terhadap makna pembicaraan itu daripada kata-kata itu sendiri.
Lebih jauh lagi, otak perempuan memproses baik bahasa maupun perasaan pada saat yang sama secara jauh lebih efisien daripada otak laki-laki. Sehingga, gender mungkin juga menjadi salah satu faktor. Meskipun masing-masing belahan memang mempunyai spesialisasi yang jelas, masing-masing bagian “masih membutuhkan bagian lainnya untuk melengkapi fungsi keseluruhannya.”
Ilmuwan dari Stanford University Karl Pribram meyakini bahwa otak beroperasi melalui hologram-hologram saku dan potongan-potongan kecil yang disebut bidang neural. Ilmuwan lainnya mendeskripsikan peran sebagai perintang topologic, yang berarti neuron aktif di satu sisi mengirimkan pesan kontekstual yang digeneralisasikan kepada sisi lainnya. Pesan tersebut kemudian membawa program yang berhubungan untuk mendorong pemahaman lebih lanjut. Model ini memberikan penjelasan tentang bagaimana ide-ide “dihasilkan” dan bagaimana “efek AHA” muncul.
Singkatnya, kita menggunakan kedua belah sisi otak pada hampir setiap waktu. Sebetulnya, tidak mungkin kita dapat menghentikan salah satunya sama sekali. Bahkan ketika kita sudah mendapatkan jawaban yang pas untuk sebuah pertanyaan, otak terus memproses respons dan penjelasan alternatif secara tidak sadar. Otak secara harfiah terus berpikir ketika Anda bahkan tidak menyadarinya! Memang otak kita bekerja begitu banyak di luar kesadaran kita.
Popularity: 41% [?]


December 18th, 2008 at 7:14 am
Ya…otak cuma organ, kayak tangan, ada kiri ada kanan
Walau ada tangan kiri seseorang di amputasi, bukan berarti dia jadi ga bisa bersuci dari najis buang air besar.
Penelitian membuktikan, orang yang otak kanannya di amputasi, masih tetap bisa berpikir kreatif dan imajinatif kok
Trms naskah yang hebat