September 21st, 2008Membantu si Buta Menjelajah Ruang & Mencari Barang dg Cepat

Pernahkah Anda coba mencari2 sesuatu dalam kegelapan dg cara meraba2? Bagaimana rasanya, tak enak sekali, bukan. Apalagi jika yg Anda cari adalah segelas minuman yg penuh terisi, shg Anda harus menggerakkan tangan secara pelahan untuk melakukan pemindaian. Untungnya, mata kita bisa beradaptasi dg amat bagus di kegelapan untuk menjadi lebih tajam setelah rentang waktu tertentu.
Namun sayangnya orang buta tidak memiliki kemampuan semacam ini. Tak ada beda kondisi tanpa cahaya atau terang benderang, dia tetap harus meraba2 untuk menemukan barang yg dia inginkan. Skr bayangkan bila dia scr tak sengaja menyenggol (atau lebih tepatnya nyampluk dlm bahasa Jawa) gelas atau tempat minuman yg menyebabkan isinya tumpah ke keyboard laptop Anda, atau taplak atau sofa, atau apalah yg lain.
Tongkat bantu memang berguna untuk membantu sang buta berjalan, khususnya di luar ruangan. Tapi kasusnya ini adalah di dalam ruangan, semisal rumah sendiri.
Selain itu, kita tahu bahwa ketika kita mencari sesuatu dg jalan meraba, kita tidak bisa dg gegabah menggerakkan tangan atau mengarahkan telapak tangan kita. Kita harus melakukannya dg pelan dan hati2 (baca: lambat).
Sehingga kita punya dua tantangan:
- Bagaimana caranya agar orang buta bisa terbantu dalam mencari barang, khususnya barang yg rawan tersenggol seperti gelas, botol, vas bunga, atau semacamnya. Sementara kita tidak bisa menggunakan tongkat yg biasa digunakan utk berjalan untuk urusan yg satu ini.
- Bagaimana caranya agar sang buta bisa lebih leluasa bergerak dalam rumah serta tidak sampai mengganggu orang2 yg ada di sana (ketika sang buta tak memakai tongkatnya, ada kemungkinan dia scr-tak-bermaksud menyentuh Anda atau yg lain).
- Bagaimana caranya agar sang buta bisa lebih cepat menemukan barang2 yg diinginkannya.

kreativitas brainstorm alat menjelajah si buta
Kita bisa menggunakan teknologi sonar dg alat yg dia bawa bersamanya dan dg hasil visual yg diproyeksikan langsung ke syaraf di otaknya. Tapi solusi ini terlalu mahal dan kurang praktis.
Klo kita definisikan lagi kaidah2 solusinya, maka kita temukan:
Yg penting si Buta bisa mendeteksi keberadaan benda (atau orang) tertentu bahkan tanpa dia perlu menyentuhnya
Meminta bantuan orang lain untuk menyebutkan apa2 yg ada di sekitar si buta juga bukanlah solusi yg practical. Sedapat mungkin kita tidak perlu menggantungkan pd bantuan orang lain, dan sedapat mungkin solusi ini terkait dg indrawi yg masih dimiliki si Buta.
Mari kita lihat; si buta masih memiliki indera pendengaran, penciuman, rasa, dan sentuhan. Apakah itu bisa kita daya gunakan?
Apakah kita perlu tingkatkan kepekaan penciuman & pendengaran si buta shg dia bisa menemukan benda spt beberapa hewan? Well, jika memang bisa sih ndak papa. Tapi saya pikir yg lebih tepat adl membuat si Buta mampu menemukan barang2 dg kemampuan inderawinya yg sudah ada.
Saya pikir akan efektif bila kita membuat barang2 tertentu ditandai dg bau tertentu, sedemikian rupa shg si buta bisa mendeteksi lokasinya dari bau tersebut. Utk beberapa benda, perlu diberi perangkat yg bisa mengeluarkan bunyi, dg pemicu suara tepuk tangan atau siulan semisal. Pemberian rasa tertentu pada barang bukanlah pilihan yg bagus krn selain merepotkan, juga krn berarti si buta harus terlebih dahulu menemukan dan memegang bendanya. Demikian juga dg pemberian tekstur atau atribut benda tertentu pada benda (semisal gelas si buta dililiti belasan buah karet gelang agar dia bisa membedakan gelasnya dg gelas milik orang lain), itu berarti si buta harus terlebih dahulu menemukan bendanya.
Baik, solusi di atas adl dalam kategori bagaimana caranya agar benda2nya jadi lebih mudah ditemukan. Berarti masih ada kategori solusi lain; yakni bagaimana caranya agar si buta jadi lebih mudah menemukan barang2.
Saya terpikir solusi sederhana sbb:
Kita buatkan extension di tiga jari tangan si buta yg berfungsi sbg alat peraba. Extension ini terbuat dari bahan plastik yg lentur sedemikian rupa shg dia akan melengkung ketika mengenai benda. Saya pikir panjangnya bisa terserah, entah 10, 20 atau malah 40 cm. Panjang extension ini bisa diatur dg menariknya ke belakang.Yg penting si buta harus hapal berapa panjang extension yg digunakan sbg peraba.
Ketika salah satu extension tersebut menyentuh benda, si buta pasti bisa merasakannya, termasuk dari jari mana sinyal sentuhan berasal.Dg extension ini, si buta bisa mendapatkan gambaran awal terkait dimensi benda dan jarak terhadapnya. Sehingga hal ini memberikan perasaan antisipasi.
Semakin dekat jarak barang yg hendak dicari, maka panjang extension dipendekkan. Sementara panjang extension dimaksimumkan ketika si buta bermaksud berjalan menyusuri ruang tanpa menggunakan tongkat.
Ketika benda sudah ditemukan, maka tangan di mana extension berada masih bisa digunakan untuk berinteraksi dg benda tersebut (krn sifat extension yg lentur). Namun extension juga bisa ditarik ke belakang jika memang sedang tidak dibutuhkan. Selain itu, si buta juga bisa memilih untuk menggunakan tangan kiri sebagai detektor (dg dipasang extension) dan tangan kanan untuk berinteraksi (semisal dipegang, diangkat, dst) dg benda tsb.
Secara umum, cara ini akan membuat proses pencarian lebih cepat dan lebih aman dari kecelakaan.
Popularity: 22% [?]


