February 2nd, 2009Menaburkan Benih Kemanfaatan Bagi Sesama

Ketika anda mengetahui maksud Anda dalam kehidupan ini, dan bertumbuh menuju potensi maksimal Anda, Anda berada di jalan menuju sukses. Tetapi ada satu lagi bagian penting dari perjalanan sukses itu menolong sesama. Tanpa aspek ini, perjalanan bisa menjadi pengalaman kesepian dan dangkal.
Dikatakan bahwa kita meraih nafkah dari apa yang kita peroleh, tetapi kita meraih kehidupan dari apa yang kita berikan. Ahli fisika, teolog, dan filsuf Albert schweitzer menyatakan bahwa lebih keras lagi: “Maksud kehidupan manusia adalah melayani, dan menunjukkan belas kasih dan kesedian menolong sesamanya.” Baginya, perjalanan sukses mengantarkannya ke Afrika di mana ia layani sesamanya selama bertahun-tahun.
Kita meraih nafkah dari apa yang kita peroleh,
Tetapi kita meraih kehidupan dari apa yang kita berikan.
Bagi Anda, menaburkan benih yang memberikan manfaat bagi sesama mungkin tidak akan berarti pindah ke negara lain untuk melayani orang miskin - kecuali memang itulah maksud Anda dilahirkan. (Dan kalau memang demikian, Anda tidak akan puas hingga Anda melaksanakannya). Tetapi kalau Anda seperti kebanyakan orang, menolong sesama adalah sesuatu yang bisa Anda lakukan di rumah, entah itu melewatkan lebih banyak waktu bersama keluarga, mengembangkan karyawan yang menunjukkan potensinya, menolong sesama di komunitas, atau merelakan hasrat sendiri demi tim di tempat kerja. Kuncinya adalah menemukan maksud/peran hidup Anda dan menolong sesama sementara Anda mengerjakan. Penghibur Danny Thomas mengatakan bahwa “kita semua dilahirkan dengan alasan tertentu, tetapi tidak semua orang menemukan alasannya. Sukses dalam kehidupan ini tidaklah ada hubungan dengan apa yang Anda raih dalam kehidupan ini atau yang Anda capai bagi diri sendiri. Melainkan apa yang Anda perbuat bagi sesama.”
Perjalanan sukses tidak akan sama bagi setiap orang sebab gambaran sukses itu berbeda-beda bagi masing-masing orang. Tetapi prinsip-prinsip yang digunakan untuk menempuh perjalanan itu tidaklah berubah. Prinsip-prinsip ini dapat diterapkan di rumah, di sekolah, di kantor, di lapangan bola, dan di manapun.
Popularity: 40% [?]

