Banyak orang gegabah mencari solusi dan berakhir dg pemecahan masalah yg keliru. Kita perlu memperhatikan apa yg pernah dikatakan oleh William Feather, penulis buku The Business of Life,

Sebelum dapat dipecahkan, suatu masalah harus terlebih dahulu didefinisikan dengan jelas.

Benar sekali. Apa yg selalu menjadi masalah adalah pengidentifikasian permasalahan secara benar. Untuk ini, kita harus menantang banyak asumsi kita sendiri, mengumpulkan informasi bahkan setelah kita menganggap permasalahannya telah teridentifikasi. Dalam situasi ini, amat bisa jadi kita harus berani bertindak bahkan tanpa data yg sudah lengkap. Namun tetap saja, janganlah terburu buru mengambil keesimpulan akan identifikasi persoalan yg sesungguhnya. Kerap kali, tanyakanlah:

Apa lagi ya yg bisa jadi merupakan persoalan sesungguhnya?

Ingat, ketimbang mengajukan pertanyaan bermodel “bagaimana”, kita harus terlebih dahulu mengajukan pertanyaan bermodel “mengapa”. Karena bila kita terburu buru terjun ke pemecahan masalah, bagaimana kita bisa mengetahui seluruh persoalannya?

Eugene G.Grace mengatakan begini, “Ribuan insinyur bisa merancang jembatan, mengkalkulasikan tekanan dan ketegangan, dan membuat spesifikasi untuk mesin-mesin. Namun insinyur yg hebat adalah mereka yg mengetahui apakah jembatan atau mesin yg digunakan tersebut sejak awal apa memang sebaiknya dibangun”.

Mengajukan pertanyaan “mengapa” akan membantu kita merenungkan alasan2 dari keputusan kita. Hal ini yang pada gilirannya akan membuka pemikiran kita terhadap kemungkinan dan peluang baru.

Jika semisal yg sedang Anda hadapi adalah definisi masalah seperti, “Bagaimana caranya agar aku bisa punya dua sumber penghasilan tambahan?”, maka amat bisa jadi kita masih perlu tanyakan juga “mengapa” hingga beberapa kali. Hingga akhirnya kita akan temukan bahwa kita bukan hanya menemukan definisi masalah ‘baru’ seperti “Bagaimana caranya agar aku bisa menghemat pengeluaran dari pos2 yg sudah ada? Bagaimana aku bisa mengurangi pos2 pengeluaran berdasarkan tingkat kepentingan dan prioritas? Bagaimana aku bisa membuat seluruh anggota keluargaku jadi lebih menghargai arti uang?” bahkan hingga definisi masalah “Bagaimana agar aku tak perlu bekerja di sini lagi?”

Pertanyaan ‘mengapa’ membuka kemungkinan dan pemikiran baru. Ini semua untuk memastikan bahwa permasalahan yg kita garap adalah permasalahan yg tepat.

Popularity: 5% [?]