December 1st, 2008Menjaga Kapasitas Produksi
Stephen Covey dalam bukunya The 7 Habits of Highly Effective People menjelaskan tentang sebuah konsep menarik, yaitu Production/Production Capacity (P/PC). Konsep P/PC ini menegaskan tentang pentingnya kita menjaga kapasitas produksi diri kita sendiri. Stephen Covey mengambil analogi kisah angsa bertelur emas. Inti ceritanya adalah seorang yang budiman, atas hadiah dari suatu amal baiknya, berhasil mendapatkan seekor angsa yang dapat bertelur emas setiap harinya. Telur-telur ini ia jual dan dipakai untuk memenuhi segala kebutuhannya. Setiap harinya ia merawat dengan baik angsa ajaib tersebut. Tetangganya, yang tidak terlalu baik, menjadi iri dan mencari tahu rahasianya mendapatkan angsa yang dapat bertelur emas. Singkat cerita, sang tetangga juga berhasil mendapat angsa bertelur emasnya sendiri. Karena pada dasarnya memang tidak baik, si tetangga yang juga tidak sabaran ini berpikir, “Bila tiap hari angsa ini dapat bertelur emas, bayangkan berapa banyak telur emas yang ada di dalam perutnya. Kenapa tidak aku belah saja dan aku ambil semua telur emasnya saat ini.” Memang, si tetangga ini mungkin memahami tentang konsep “a dollar today has more value than a dollar tomorrow”, atau juga ia khawatir akan efek inflasi yang tiada habisnya. Akhirnya ia pun menyembilh angsa ajaib miliknya, membelah perutnya dan tidak menemukan telur emas satu pun di dalamnya. Ya, si tetangga ini telah membunuh mesin penghasil emasnya. Demi mengincar produksi yang berlebih, ia pun mengorbankan kapasitas produksi si angsa dan sekaligus juga produksinya.
Apakah Anda memiliki mobil atau sepeda motor? Apakah Anda dengan rutin merawatnya, mengganti oli, melakukan tune-up, spooring balancing, dan perawatan lainnya? Saya yakin tentu demikian. Karena kita tahu apa yang akan terjadi bila kita tidak merawat kendaraan bermotor yang kita miliki. Suatu saat nanti, kendaraan bermotor kita akan rusak, tidak dapat dijalankan dan membuat kita mengeluarkan lebih banyak uang untuk perbaikan. Semua orang pada dasarnya sudah tahu mengenai pentingnya merawat kapasitas produksi kendaraan bermotor yang mereka miliki. Namun, apakah semua orang melakukan hal yang sama untuk tubuh dan pikiran mereka sendiri? Coba kita introspeksi diri, seberapa peduli kita pada kesehatan dan kebugaran tubuh kita sendiri. Apakah kita sudah rutin berolahraga? Bagaimana dengan memenuhi nutrisi yang diperlukan tubuh? Lalu bagaimana dengan istirahat yang cukup? Kita tidak akan pernah menjadi seorang profesional yang sempurna saat kita hanya memaksimalkan produksi yang keluar dari tubuh dan pikiran kita tanpa merawat (dan meningkatkan) kapasitas produksinya.
Dalam buku Brain Rules, Prof. John Medina, seorang ahli biologi syaraf, menjelaskan beberapa hal penting yang harus kita perhatikan terkait dengan kapasitas produksi tubuh dan pikiran kita. Yang pertama, olah raga sangat sangat sangat sangat sangat penting dalam menjaga performa otak kita sampai usia senja nanti. Apakah Anda pernah melihat orang berumur 80 tahun lebih yang masih bugar, masih “nyambung” kalau diajak bicara dan bahkan bisa memberi tanggapan dengan cepat dan cerdas, dan juga sepertinya tidak pernah berhenti berkarya? Apakah Anda juga pernah melihat orang yang baru berumur 50 tahun namun sepertinya sudah tidak mampu berpikir produktif, malas-malasan, dan tidak bersemangat? Apa yang membedakan dua orang ini? Salah satu faktornya dominannya adalah gaya hidup sehat dan bugar. Alkohol, rokok, obat-obatan terlarang, dan makanan yang jelas-jelas tidak sehat tentu berpengaruh. Namun ada lagi yang lebih berpengaruh, yaitu olahraga teratur dan terus-menerus. John Medina mengatakan bahwa kita cukup berolahraga selama 30 menit per sesi, tiga sesi per minggu, secara terus menerus, untuk dapat menjadi orang dengan otak cemerlang sampai usia senja. Olahraga seperti apa? Olahraga yang bersifat aerobik alias membuat kita berkeringat dan terengah-engah. Jadi bukan olahraga pembentukan badan seperti angkat beban dan bukan pula olah otak yang sering dianggap sebagai olahraga seperti catur atau bridge. Selain meningkatkan stamina, olahraga juga memberikan efek langsung dalam melancarkan jalan peredaran darah ke otak. Seperti kita tahu, otak adalah bagian tubuh yang memerlukan paling banyak energi. Matikan jalan darah ke otak, tidak dalam berapa lama otak akan mati dan demikian pula pemiliknya. Berhentilah berolahraga, maka jalan darah ke otak akan menyempit dan tercemari oleh berbagai macam zat, sehingga meredupkan performa otak.
Selain kebugaran, kesehatan tubuh tentu merupakan faktor penting dalam kaitannya dengan kapasitas produksi. Pada intinya, selain faktor-faktor genetis, kesehatan tubuh dapat dijaga dengan memperhatikan apa-apa yang masuk ke tubuh kita. Baik makanan, minuman, maupun udara. Tidak perlu menjadi paranoid, memang. Namun tidak layak pula kita bersikap cuek terhadap hal ini. Banyak pakar berpendapat berbagai jenis makanan yang ada saat ini sebenarnya sudah mengalami defisiensi nutrisi. Artinya, jenis makanan tertentu saat ini memiliki jauh lebih sedikit nutrisi daripada jenis makanan yang sama beberapa puluh tahun yang lalu. Faktornya banyak, mulai dari pemanfaatan berbagai bahan kimia dalam bidang pertanian dan peternakan, sampai kepada pengolahan makanan yang tidak tepat. Padahal dengan begitu banyak polusi dan gangguan kesehatan yang ada saat ini, kita justru memerlukan lebih banyak nutrisi daripada dahulu. Maka banyak pula pakar yang menyarankan agar kita rajin mengonsumsi suplemen nutrisi demi membantu tubuh mempertahankan diri dari berbagai gangguan. Tentu saja kita harus yakin terhadap kualitas nutrisi yang kita asup, jangan asal sembarang memilih. Beberapa nutrisi yang rasanya wajib kita penuhi adalah vitamin C untuk melawan radikal bebas (sumber dari sebagian besar penyakit), kalsium agar tetap tegak di usia senja nanti (efeknya tidak segera terasa sehingga banyak yang meremehkan sampai sudah terlambat), omega-3 untuk memperkuat performa kerja otak (sangat terbukti secara ilmiah), dan masih banyak yang lain. Pada intinya, bila kita begitu sayang dan peduli pada kendaraan bermotor yang kita miliki, kenapa tidak demikian pula dengan tubuh kita sendiri? Apakah kita ingin menjadi beban bagi orang-orang terdekat kita saat kita beranjak tua, atau justru kita ingin tetap mampu berkarya sampai akhir hayat nanti? Jagalah kapasitas produksi Anda!
Popularity: 33% [?]


