Ditulis oleh: Akhmad Guntar

Ada seorang penulis bernama Gay Talsese yg ketika dia berada dalam tenggat yg ketat, terkadang ia menggantungkan salinan tulisannya agak jauh di ruangannya lalu membacanya dari sebuah teropong pembesar. Kebiasaan yg aneh. Tapi dg melakukan hal itu, dia serasa bisa melihat gagasannya dalam mata dan cara pandang yg berbeda. Dengannya, dia jadi merasa ada jarak antara dia dan gagasannya.
ilusi istana perspektif pemecahan masalah dan jarak dari masalah

Lho, kenapa dia sampai harus melakukan itu? Kenapa kok sampe harus repot2 menjaga jarak dari masalah atau pekerjaan kita?

Coba Anda ingat baik2, jika Anda diminta untuk menyelesaikan masalah, mudah mana, antara menyelesaikan masalah orang lain dg menyelesaikan masalah diri sendiri?

Baca lanjutan dari tulisan ini »

Popularity: 22% [?]

Ditulis oleh: Akhmad Guntar

definisi masalah sasaran pemecahan masalah problem solvingTerlepas dari apa pekerjaan kita masing2, kita semua menghabiskan sebagian besar waktu kita -baik di rumah maupun di tempat kerja- untuk memecahkan masalah. Mayoritas masalah kita biasanya adalah masalah2 kecil, beberapa adalah masalah besar dan kompleks, yang semua butuh dipecahkan secara memuaskan. Sebelum kita masuk ke ranah analisa masalah dan solusi dalam rangkaian tulisan mendatang, sebaiknya kita mulai ke perihal yg mendasar dulu tentang apa sih yg dimaksud dg masalah.

Masalah itu sebenarnya apa sih?

Salah satu prinsip produktif yg dianut oleh para pemikir kreatif adalah bahwa (hampir) setiap pertanyaan mustinya punya lebih dari satu jawaban benar dan setiap masalah juga mustinya punya lebih dari satu solusi. Oleh karena itu, saya akan menyajikan lebih dari satu definisi tentang apa itu masalah.

Baca lanjutan dari tulisan ini »

Popularity: 100% [?]

Ditulis oleh: Akhmad Guntar

mengajukan pertanyaan pemecahan masalah
Ada orang2 yg mempercayai bahwa masalah akan terpecahkan dg sendirinya seiring dg perjalanan waktu. Ada juga yg beranggapan bahwa kita pada akhirnya akan bisa memecahkannya dengan terus melakukan hal yg sama berulang kali. Semuanya tidaklah efektif. Jika kita tidak secara aktif mencari solusi, maka hampir selalu masalahnya tak akan terpecahkan. Jika kita berulang kali menjalani alternatif solusi yg sama dan terbukti telah gagal, maka tentu saja kita akan mengalami kegagalan yg sama.

Kuncinya adalah untuk selalu menanamkan rasa penasaran dalam diri tentang situasi yg terjadi. Lihatlah permasalahan sebagai sebuah peluang untuk meningkatkan daya kreativitas dan intelektuan alih2 sebagai sebuah penghambat. Memang awalnya tidak mudah sih, tapi ketika Anda sudah berhasil menghunjamkan perspektif ini dalam diri Anda, maka kemampuan problem solving Anda akan jauh lebih meningkat.

Baca lanjutan dari tulisan ini »

Popularity: 26% [?]

Ditulis oleh: Sulistyanto Soejoso

Akhir-akhir ini, ada dua istilah yang selalu menjadi perbincangan dan perhatian banyak kalangan. Dua istilah itu adalah “ekonomi kreatif” dan “industri kreatif”. Dalam buku “Misteri Otak Kanan Manusia” yang ditulis oleh Daniel H.Pink, disebutkan tentang sebuah pergeseran seismik yang sedang berproses di dunia maju. Kita bergerak dari sebuah perekonomian dan masyarakat yang dibangun pada kemampuan-kemampuan era informasi yang logis, linear mirip seperti komputer, kepada suatu perekonomian dan masyarakat yang didasarkan pada kemampuan-kemampuan berprespektif luas, kreatif, dan empatik.

A Whole New Mind by Daniel H. Pink

A Whole New Mind by Daniel H. Pink

Pemerintah kita kelihatannya juga sudah mengantisipasi tentang ekonomi kreatif dan industri kreatif yang dianggap sebagai era ekonomi gelombang ke empat. Terbukti pada 4 Juni 2008, menteri perdagangan Mari Ella Pangestu menyerahkan cetak biru Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2009-2025 dan Pengembangan 14 Sektor Ekonomi Kreatif kepada Presidan RI Susilo Bambang Yudhoyono. Acara penyerahan tersebut berlangsung pada saat pembukaan Pekan Produk Budaya Indonesia (PPBI) 2008 di Jakarta Convention Center (JCC). Baca lanjutan dari tulisan ini »

Popularity: 11% [?]

Ditulis oleh: Akhmad Guntar

kekurangan tidur pengambilan keputusan
Riset menunjukkan bahwa siswa yang mendapatkan tidur yang cukup sebelum ujian bisa mendapatkan nilai lebih tinggi, bahkan ketika mereka tidak belajar lagi. Kekurangan tidur bisa memicu timbulnya masalah serius. Tetap terjaga selama lebih dari 22 jam menghasilkan performa psikomotorik yang sama dengan 0,08 konsentrasi alkohol dalam darah.

Kekurangan tidur memang memiliki dampak yg kurang baik pada kesehatan dan kemampuan berpikir. Tanpa istirahat yg cukup, kemampuan otak untuk bereaksi dan memproses informasi secara cepat menjadi berkurang. Otak kita akan bekerja lebih berat untuk menahan dampak dari kekurangan tidur yg mengakibatkan kemampuan konsentrasi kita akan jadi jauh menurun, demikian juga dg kemampuan mengingat.
Baca lanjutan dari tulisan ini »

Popularity: 21% [?]

November 1st, 2008Pendidikan Harus Berubah Total

Ditulis oleh: Sulistyanto Soejoso

Salah satu fungsi pendidikan adalah membekali anak didik untuk bisa beradaptasi dan mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi dalam proses menyongsong masa depannya. Untuk bisa memenuhi fungsi itu, dunia pendidikan harus terbiasa melakukan perubahan-perubahan dalam “dirinya” agar bisa beradaptasi dan mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungannya. Dunia pendidikan tidak akan bisa membekali anak didik untuk bisa beradaptasi dan mengantisipasi perubahan, kalau “dirinya” sendiri enggan beradaptasi dan mengantisipasi perubahan.

Foto by Aji Wibi - www.flickr.com/photos/webee

Foto by Aji Wibi - www.flickr.com/photos/webee

Dunia pendidikan Indonesia selama ini sangat lambat beradaptasi, apalagi mengantisipasi perubahan. Ini contoh sederhana. Sudah lama rumah sakit-rumah sakit itu perawatan pasien diklasifikasikan dalam kelompok-kelompok tertentu. Ada bagian anak-anak, ada bagian dewasa, ada bagian penyakit menular, dll. Coba kita perhatikan, pendidikan keperawatan di negara ini sampai sekarang, mayoritas masih memberikan pendidikan keperawatan secara umum. Belum terspesialisasi sesuai yang ada di rumah sakit, misal pendidikan perawat untuk anak, perawat untuk dewasa, perawat untuk penyakit menular, perawat untuk jompo, dll. Bahkan kalau perlu, pendidikan super spesialis keperawatan, misal pendidikan perawat untuk pasien bedah tulang, pendidikan perawat untuk pasien penyakit kanker, dll. Bidang-bidang yang lain, sama saja, tidak ada perubahan yang berarti. Baca lanjutan dari tulisan ini »

Popularity: 13% [?]

October 24th, 2008Bekerja Efektif Seirama Otak

Ditulis oleh: Akhmad Guntar

bekerja efektif seirama waktu efektif otak

Seperti tubuh, otak juga punya irama kerja. Irama otak lebih banyak ditentukan oleh pola tidur, paparan cahaya dan faktor genetika. Nah, apabila Anda ingin lebih efektif, efisien, dan produktif dalam bekerja, Anda dapat menggunakan kekuatan otak. Karena otak punya jam-jam terbaik untuk dimanfaatkan dan ternyata tak hanya berpengaruh terhadap pekerjaan namun juga pada kesehatan kita. Yuk, kita simak waktu irama otak yang terbaik saat bekerja.

Pukul 09.00-11.00
Waktu Terbaik untuk Mencari Ide
Pada waktu ini, hormon stres kortisol Anda berada dalam kadar sedang. Hal ini akan sangat membantu Anda untuk berpikir fokus. Menariknya, kondisi ini dialami oleh semua golongan umur.

Gunakan waktu ini untuk: mengerjakan tugas yang membutuhkan analisis dan konsentrasi, mengembangkan ide-ide baru, membuat presentasi, dan brainstorming mencari solusi tantangan besar atau kecil. Bagi yang mulai memasuki usia paruh baya, pikiran akan lebih jernih di pagi hari sehingga mulailah atur jadwal untuk berdiskusi masalah pekerjaan atau pribadi.
Baca lanjutan dari tulisan ini »

Popularity: 32% [?]

October 20th, 2008Semburan Daya Kreatif

Ditulis oleh: Akhmad Guntar

Coba deh Anda lakukan apa yg saya namakan sebagai Semburan Daya Kreatif. Ini adalah sesi singkat di mana Anda mencoba untuk menjadi sekreatif mungkin dalam medium yg Anda pilih.

Caranya seperti ini…
Baca lanjutan dari tulisan ini »

Popularity: 29% [?]

Ditulis oleh: Akhmad Guntar

merasa bete padahal pengen kreatif

Kita ini kan diberi kemampuan oleh Tuhan untuk bisa merasakan banyak sekali sensasi emosi. Namun dalam keseharian biasanya kita sudah lupa dg sekian banyak ragam emosi yg harusnya bisa kita rasakan. Tidak hanya itu, kita ternyata punya lebih banyak perbendaharaan emosi negatif ketimbang yg positif.

Coba aja deh; bosen, frustasi, bingung, depresi, marah, sebel…. nama-nama emosi negatif ini rasa-rasanya kok lebih banyak ketimbang emosi positif seperti bahagia, senang (bedanya apa coba), tentram, sumringah…. ah… masih lebih banyak emosi negatif deh ya.
Baca lanjutan dari tulisan ini »

Popularity: 29% [?]

Ditulis oleh: Akhmad Guntar

baju koko muslim pria Saat ini yang namanya baju koko, tahu taqwa atau baju muslim pria semakin beragam saja corak, model dan variasinya. Ini tentu merupakan sebuah trend yg bagus. Namun yg saya heran, kenapa kok kebanyakan baju muslim yg saya tahu kisaran inovasinya melulu di masalah corak atau motif, jenis kain, dan style yg tidak terkait dg fungsionalitas. Fungsionalitas kadang malah dikalahkan oleh tuntutan style dan pertimbangan estetika.

Maksudnya gini; misal saja kita lihat, masih banyak kan baju koko yg ndak punya saku atas. Lho, emg kenapa klo saku atasnya ndak ada? Ya bukannya salah sih, klo emg style-nya gitu ya ga papa. Hanya saja baju kayak gitu kan jadi kurang afdhol utk dipake mengantongi mushaf/Al Qur’an. Masa Al Qur’an mau ditaruh di saku bawah yg sejajar dg kemaluan. Lha pas klo kantong atas udah ada, yg bawah ndak ada. Akibatnya semua barang yg dkantongi di saku atas tumpah pada waktu sujud.

Dan sungguh jelek banget baju koko yg blas ndak punya saku kantong? Lha wong mau wudhu jadi bingung naruh arloji di mana (arloji jelek, ndak tahan air), naruh kacamata di mana, narung songkok di mana.

Tapi inti sebenernya bukanlah perkara banyaknya saku yg ada (eh, masa sih), melainkan tentang betapa pentingnya fungsi saku di baju koko (??!). Pokoknya klo mau ndesain baju, perhatikan dong kebutuhan si pemakai baju, jangan cuma berkutat pada style dan motif baju.

So, definisi masalahnya adalah:

Bagaimanakah model baju koko / baju taqwa yg fungsional, dan yg lebih memfasilitasi hal2 sunnah bahkan?

Baca lanjutan dari tulisan ini »

Popularity: 87% [?]


© 2008 Bloom! Laboratory | Wordpress Theme by Windows Vista Administration | Powered by Wordpress