November 16th, 2008Mencari Perspektif Baru dan Mengambil Jarak dari Masalah
Ada seorang penulis bernama Gay Talsese yg ketika dia berada dalam tenggat yg ketat, terkadang ia menggantungkan salinan tulisannya agak jauh di ruangannya lalu membacanya dari sebuah teropong pembesar. Kebiasaan yg aneh. Tapi dg melakukan hal itu, dia serasa bisa melihat gagasannya dalam mata dan cara pandang yg berbeda. Dengannya, dia jadi merasa ada jarak antara dia dan gagasannya.

Lho, kenapa dia sampai harus melakukan itu? Kenapa kok sampe harus repot2 menjaga jarak dari masalah atau pekerjaan kita?
Coba Anda ingat baik2, jika Anda diminta untuk menyelesaikan masalah, mudah mana, antara menyelesaikan masalah orang lain dg menyelesaikan masalah diri sendiri?
Baca lanjutan dari tulisan ini »
Popularity: 22% [?]
Terlepas dari apa pekerjaan kita masing2, kita semua menghabiskan sebagian besar waktu kita -baik di rumah maupun di tempat kerja- untuk memecahkan masalah. Mayoritas masalah kita biasanya adalah masalah2 kecil, beberapa adalah masalah besar dan kompleks, yang semua butuh dipecahkan secara memuaskan. Sebelum kita masuk ke ranah analisa masalah dan solusi dalam rangkaian tulisan mendatang, sebaiknya kita mulai ke perihal yg mendasar dulu tentang apa sih yg dimaksud dg masalah.





Saat ini yang namanya baju koko, tahu taqwa atau baju muslim pria semakin beragam saja corak, model dan variasinya. Ini tentu merupakan sebuah trend yg bagus. Namun yg saya heran, kenapa kok kebanyakan baju muslim yg saya tahu kisaran inovasinya melulu di masalah corak atau motif, jenis kain, dan style yg tidak terkait dg fungsionalitas. Fungsionalitas kadang malah dikalahkan oleh tuntutan style dan pertimbangan estetika.

