October 7th, 2008Pemecahan Masalah Kreatif itu Sebenarnya Seperti Apa Sih?
Sebelumnya, kita perlu dulu bicarakan tentang apa sih sebenarnya yg disebut dg masalah atau persoalan. Guru di sekolah maupun buku pelajaran seringkali menggunakan istilah ‘permasalahan’ atau ‘persoalan’ dalam konteks persoalan matematika, fisika ataupun urusan Pekerjaan Rumah. Tapi dalam blog ini saya tidak bermaksud untuk membahas dalam konteks yang itu. Memang benar sih bahwa persoalan semacam itu memang juga pantes disebut persoalan dalam artian mereka memang cukup menantang sebagai sebuah pembelajaran. Namun persoalan di penugasan sekolah biasanya sudah memiliki jawaban yang paten, seringkali bahkan hanya ada satu saja jawaban yg benar. Sementara di kehidupan nyata, tidak demikian halnya yg terjadi. Intinya, persoalan dari penugasan sekolah memang beda dari yg ada di kehidupan nyata.
Di kehidupan nyata kita menghadapi persoalan yg amat bisa jadi tidak kita temui jawabannya di buku pelajaran atau buku2 lain. Di sinilah letak kreativitas mengambil perannya. Memang ada kemungkinan masalah yg kita hadapi sudah dipecahkan oleh orang lain, namun senyampang kita masih bersikeras untuk menemukan pemecahan yg lebih baik, maka gaya pemecahan masalah kita boleh terbilang kreatif.
Lantas bagaimana bila ada orang lain yg ternyata sudah menemukan model solusi yg sama dg yg telah kita temukan. Apakah punya kita masih dibilang kreatif?
Well, iya. Tetap. Entah Anda ternyata adalah orang ke-10, ke-100, atau ke-1000, senyampang Anda melalui proses pemecahan masalah yg kreatif, maka ya tetap lah Anda terbilang kreatif. Jadi yg dipentingkan di sini adalah prosesnya, bukan duplikasi hasil akhirnya. Memang sih, menjadi yg pertama itu penting klo Anda ingin tercatat di sejarah, atau bermaksud untuk mematenkan karya tertentu. Namun dalam pemecahan masalah kreatif, menjadi yg pertama bukanlah issue yg relevan.
Jika kita melihat sebuah situasi bukan benar2 sebagai masalah, melainkan sebagai suatu hal yg masih bisa dikembangkan, bisakah model pemecahan masalah kreatif diterapkan di sini?
Tentu saja bisa. Meskipun memang istilah ‘masalah’ atau ‘persoalan’ amat diasosiasikan dg perihal atau situasi yg membuat diri ini tak nyaman, menderita, terganggu, atau semacamnya, namun kita tidak perlu menunggu situasi jadi amat buruk untuk kemudian menerapkan pemecahan masalah kreatif. Anda bisa mengambil situasi yg oleh kebanyakan orang tidak dianggap sbg masalah dan memandangnya sbg peluang.
Popularity: 39% [?]

