November 1st, 2008Pendidikan Harus Berubah Total
Salah satu fungsi pendidikan adalah membekali anak didik untuk bisa beradaptasi dan mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi dalam proses menyongsong masa depannya. Untuk bisa memenuhi fungsi itu, dunia pendidikan harus terbiasa melakukan perubahan-perubahan dalam “dirinya” agar bisa beradaptasi dan mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungannya. Dunia pendidikan tidak akan bisa membekali anak didik untuk bisa beradaptasi dan mengantisipasi perubahan, kalau “dirinya” sendiri enggan beradaptasi dan mengantisipasi perubahan.
Dunia pendidikan Indonesia selama ini sangat lambat beradaptasi, apalagi mengantisipasi perubahan. Ini contoh sederhana. Sudah lama rumah sakit-rumah sakit itu perawatan pasien diklasifikasikan dalam kelompok-kelompok tertentu. Ada bagian anak-anak, ada bagian dewasa, ada bagian penyakit menular, dll. Coba kita perhatikan, pendidikan keperawatan di negara ini sampai sekarang, mayoritas masih memberikan pendidikan keperawatan secara umum. Belum terspesialisasi sesuai yang ada di rumah sakit, misal pendidikan perawat untuk anak, perawat untuk dewasa, perawat untuk penyakit menular, perawat untuk jompo, dll. Bahkan kalau perlu, pendidikan super spesialis keperawatan, misal pendidikan perawat untuk pasien bedah tulang, pendidikan perawat untuk pasien penyakit kanker, dll. Bidang-bidang yang lain, sama saja, tidak ada perubahan yang berarti.
Saat ini kita sudah memasuki era ekonomi gelombang empat, yaitu ekonomi kreatif. Gelombang satu adalah ekonomi yang berbasis pertanian, gelombang dua ekonomi yang berbasis industri manufaktur, gelombang tiga berbasis teknologi. Gelombang empat adalah ekonomi yang berbasis kreativitas dan intelektual. Jika kita amati, dalam perjalanan dunia pendidikan kita mengarungi tiga gelombang ekonomi terdahulu, perubahan yang terjadi hanya bersifat tambal sulam dan tidak pernah menyentuh esensinya. Malah yang sering terjadi hanya perubahan-perubahan istilah.
Di era ekonomi kreatif ini, mau tidak mau dunia pendidikan Indonesia harus melakukan perubahan secara total. Perubahan yang revolusioner, benar-benar menyentuh esensinya. Perubahan itu menyangkut perampingan kurikulum, perubahan isi kurikulum, memberikan kesempatan anak didik untuk bisa mempelajari apa yang benar-benar ia sukai dan ia minati. Penataan jalur, perbaikan nyata sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan profesionalisme guru, desentralisasi sistem pendidikan, dll.
Pemenuhan anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN (dan APBD) jangan hanya dijadikan ajang untuk meningkatkan kesejahteraan dan membuat kebijakan-kebijakan yang populis saja. Jadikan hal ini sebagai momentum untuk melakukan perubahan pendidikan secara mendasar, revolusioner total. Dunia pendidikan kita sudah sangat terpuruk. Perubahan total tidak bisa ditunda lagi, HARUS SEKARANG.
Popularity: 13% [?]


