January 28th, 2009Prinsip untuk Bertumbuh Menuju Potensi Anda
Berikut adalah empat prinsip yang dapat Anda terapkan dalam bertumbuh menuju potensi Anda:
1. Berkonsentrasilah kepada satu sasaran utama.
Tidak seorang pun pernah mencapai potensinya dengan menuju ke dua puluh arah. Mencapai potensi Anda menuntut fokus. Itulah sebabnya sangat penting bagi Anda untuk menemukan maksud Anda. Setelah Anda putuskan ke mana seharusnya Anda fokuskan perhatian Anda, harus Anda putuskan apa yang bersedia Anda relakan untuk itu. Dan itu sangatlah penting. Tidak mungkin ada sukses tanpa pengorbanan. Keduanya berjalan seiring. Kalau Anda ingin mencapai sedikit, berkorbanlah sedikit. Tetapi kalau Anda ingin mencapai hal-hal besar, bersedialah untuk berkorban banyak.
2. Berkosentrasilah terhadap peningkatan yang kontinu.
David D. Glass, direktur utama Wal-Mart, pernah ditanya, siapa yang paling dikaguminya. Jawabannya adalah pendiri Wal-Mart, Sam Walton. Katanya, “Tidak pernah ada sehari pun dalam kehidupannya, semenjak saya mengenalnya, dimana ia tidak meningkatkan diri.”
Komitmen terhadap peningkatan yang kontinu adalah kunci untuk mencapai potensi Anda dan menjadi sukses. Setiap harinya Anda menjadi sedikit lebih baik daripada kemarin. Itu mendekatkan Anda selangkah lebih dekat dengan posisi anda. Dan juga akan Anda temukan bahwa yang Anda peroleh sebagai hasil dari pertumbuhan Anda itu tidaklah sepenting menjadi apa Anda itu selama perjalanan.
3. Lupakan masa lalu.
Masa lalu adalah persoalan yang sudah mati, dan kita tidak mungkin meraih momentum untuk menuju hari esok kalau kita menyeret-nyeret masa lalu dibelakang kita. Sayangnya, demikianlah yang diperbuat banyak orang; mereka seret-seret masa lalu mereka ke mana pun mereka pergi. Dan akibatnya, mereka tidak pernah meraih kemajuan.
Kemarin sudah berakhir semalam. Itulah caranya meningkatkan diri sendiri bahwa yang sudah berlalu biarlah berlalu, dan hendaknya kita melihat ke depan, bukan ke belakang.
Mungkin Anda pernah membuat banyak kesalahan dalam kehidupan Anda, atau mempunyai masa lalu yang luar biasa sulit dengan banyak hambatan. Laluilah semuanya itu dan majulah terus. Janganlah membiarkan itu menghalangi Anda dari mencapai potemsi Anda.
Kalau Anda membutuhkan inspirasi, ingatlah orang-orang yang mengatasi hambatan yang tampaknya mustahil diatasi, seperti booker T. Washington. Ia dilahirkan sebagai budak dan tidak diberikan akses terhadap sumber-sumber daya yang tersedia bagi masyarakat berkulit putih, tetapi ia tidak pernah membiarkan hal itu menghalanginya dari mengejar potensinya. Ia dirikan Tuskegee Institute dan Nasional Black Business League. Katanya, “Saya telah belajar bahwa ketimbang dari posisi yang telah dicapai seseorang dalam kehidupannya, sukses itu seharusnya lebih diukur dari hambatan-hambatan yang berhasil diatasinya sementara ia berupaya meraih sukses.”
Renungkanlah Helen Keller, yang kehilangan pengelihatan dan pendengarannya di usia sembilan belas bulan. Ia atasi cacatnya yang parah itu, lurus dari Radcliffe College, dan menjadi penulis, penceramah terkenal, dan pendorong orang-orang buta.
Renungkanlah Franklin Delono Roosevelt. Pada tahun 1921, di usia tiga puluh sembilan tahun, ia menderita polio yang parah, yang membuatnya cacat dan kesakitan. Ia tidak pernah berjalan lagi tanpa bantuan. Tetapi itu tidak dibiarkannya menghalanginya dari mengejar potensinya. Delapan tahun kemudian, ia mejadi gubenur New York, dan pada tahun 1932, ia terpilih menjadi presiden Amerika Serikat.
Jelaslah Anda bisa merenungkan orang-orang lain yang telah mengatasi tragedi atau kesalahan di masa lalu untuk mengejar potensi mereka. Anda mungkin bahwa mengenal orang yang berjuang melawan kesusahan untuk menjadi sukses. Biarlah mereka menginspirasikan Anda. Apa pun yang pernah Anda harap di masa lalu, Anda berpotensi untuk mengatasinya.
4. Fokuslah kepada masa depan.
Tokoh baseball yang masuk kategori Hall of Fame, Yogi Berra menyatakan, “Masa depan tidaklah seperti dulu.” Walaupun itu mungkin benar, toh hanya itulah tempat yang harus kita tuju. Potensi Anda terletak di depan - entah Anda berusia delapan, delapan belas, empat puluh delapan, atau delapan puluh tahun. Anda masih dapat menjadi lebih baik besok ketimbang hari ini. Seperti kata pepatah Spanyol, “Ia yang tidak melihat ke depan tetap di belakang.”
Popularity: 40% [?]


March 6th, 2009 at 8:03 pm
konon kisahnya dalam planet animal, singa selalu menetapkan satu ekor mangsa diantara banyak mangsa sebagai sasaran, baik dia bekerja sendiri maupun bekerja berkelompok, singa tidak pernah merubah sasaran meskipun ada mangsa yang lebih dekat dengannya.
Singa selalu mengamati dengan cermat mempelajari medan sebelum mereka menentukan strategi dalam rangka mencapai sasarannya.
saya sependapat dengan anda,bukankah “Alam” memberi contoh yang alami,meskipun kadang menetang alam terkesan logis