Mampukah kita menghadapi perubahan cepat dan kompleksitas tanpa merevolusi cara berpikir kita? Secara tradisional, pemikiran kita telah didesain untuk urusan rutinitas atau kebiasaan, yakni sebagai bentuk otomatisasi dan prosedural baku. Kita belajar bagaimana merampungkan pekerjaan, dan lalu kita menggunakan hasil pembelajaran itu berulang2. Namun masalah yg skr kita hadapi, dan akan terus bertambah, membutuhkan cara berpikir yg berbeda: cara berpikir yg lebih kompleks, lebih adaptif, dan lebih peka pada cara pandang yg divergen. Dunia kita saat ini menuntut kita untuk terus belajar kembali, memikirkan kembali keputusan2 kita, dan juga mengevaluasi cara2 kita hidup dan bekerja.

Kita bahkan tidak hanya sedang berada di lingkungan yg penuh tantangan, namun bahkan juga membahayakan.

  • Ini adalah masa di mana jadi lebih susah untuk bisa mengantisipasi pengetahuan dan informasi yg kita butuhkan untuk bekerja, karena prediksi tentang jenis pekerjaan yg bisa kita ambil saja sudah jadi lebih samar. Pekerjaan yg paling favorit pada tahun 2010 nanti bahkan belum pernah ada di tahun 2004.
  • Ini adalah masa di mana media massa semakin memiliki kekuatan atas pemikiran banyak orang.
  • Ini adalah masa di mana privasi semakin terserang oleh banyak teknologi invasif seperti perangkat lunak pengenal wajah, penguji DNA, sistem review e-mail, pelacakan kartu kredit dan sistem pelacakan otomatis.
  • Ini adalah masa di mana banyak orang cenderung memilih kekerasan untuk menyikapi ketidakadilan yg riil atau yg diprasangkakan.
  • Ini adalah masa di mana banyak masyarakat yg terperangkap di tengah2 konflik kepentingan dan ideologis golongan

Pertanyaan tentang bagaimana kita bisa survive di masa sekarang ini sebenarnya adalah pertanyaan tentang bagaimana cara mentransformasi diri. Perubahan yg cepat, kompleksitas yg terus bertambah, dan termasuk ancaman bahaya yg meningkat menuntut adalah perubahan dari cara belajar dan berpikir tradisional.

Bagaimana kita bisa beradaptasi kepada kenyataan bila kenyataan itu tidak memberikan kita waktu untuk menyesuaikan diri dan menyamakan langkah sebelum dia berubah dan berubah lagi? Cara-pikir-pendek yg mengarahkan pada solusi instant pragmatis sepertinya sudah lebih berkuasa akhir2 ini.

Jika kita bersedia untuk berubah dan mengambil tantangan untuk belajar menjadi pemikir yg lebih kritis, maka kita perlu memberikan apresiasi lebih pada gagasan2 yg bisa mentransformasi cara berpikir kita. Kita perlu kemudian mendisiplinkan diri untuk terus berlatih, mengevaluasi diri dan melakukan transformasi sedikit demi sedikit secara konsisten.

Popularity: 23% [?]