October 9th, 2008Terima Kasih Sudah Mengalah untuk Memberi Saya Jalan
Waktu lebaran kemarin, saya mudik bersama istri ke Probolinggo. Sehingga waktu itu saya lewat pindahan ibukota Malaysia - Kuala Lumpur Porong (daerah yg terdapat waduk lumpur Lapindo). Lewatnya pas siang hari lag, jadinya kena macet. Mobil ngantri ndak karuan dan sibuk cari jalur yg cepat. Nah, saya seneng banget ketika ada pengemudi yg berbaik hati mengalah untuk membiarkan saya masuk ke jalur dia. Dan secara umum, saya merasa respect banget ama orang yg bersedia meluangkan waktunya sebentar untuk berhenti dan memberi saya jalan untuk menyeberang atau berpindah jalur.
Pengen rasanya ngucapin terima kasih ama si pengemudi itu. Di kala kebanyakan pengemudi tak mau mengalah, orang2 baek kayak gitu perlu dikasih apresiasi. Tapi rasanya kok ya bakal malah berabe klo saya langsung turun dari mobil untuk menjabat tangan dia dan ucapkan terima kasih. Mau SMS, lha saya kan ndak ngerti nomer HP dia. Mau teriak2 dari depan juga kayaknya kok penumpang kita jadi pada malu punya sopir kayak kita.
So, definisi masalahnya adalah:
Bagaimana cara menyampaikan ucapan terima kasih pada pengemudi (mobil) di belakang kita?
Maka ada beberapa alternatif:

Alternatif pertama adalah dg melambaikan tangan dan mengacungkan jempol sejelas-jelasnya, dan membesarkan jempol sebisa-bisanya (?). Ini adalah cara yg paling murah dan cepat. Tapi kelemahannya, pesan yg tersampaikan bisa jadi dipersepsikan sebagai “Bagus” atau “Well Done” yg punya kesan merendah. Kok kayak2nya kita habis keinginan yg baru saja dipatuhi. Saya pikir akan lebih bagus klo pesan kita dipersepsikan sbg “Terima Kasih”. Dan memang sejak awal itulah yg hendak dikomunikasikan.
Alternatif kedua adl dengan menggunakan papan kecil yg disimpan entah di bawah kursi atau di sebelah kanan kursi sopir. Begitu ada pengemudi mengalah utk berikan jalan, bergegaslah buka jendela dulu, lalu ambil papan kecilnya, dan angkat tinggi-tinggi sampe ketiak (yg kanan, bukan yg kiri) Anda keliatan. Gambar papannya adalah seperti ini:

Saya pikir akan lebih baik lagi klo kita tidak sekedar menyampaikan pesan terima kasih, namun juga membuat senang perasaan pengemudi yg baik hati itu. Sekedar gambar smiley warna kuning dg warna latar biru yg menyejukkan saya pikir sudah bisa membuat si pengemudi di belakang merasa moodnya lebih baik.
Alternatif ketiga adalah dipasang di belakang kaca. Ini menurut saya yg paling mantap. Lantas mau pake apa? Mau pake layar LCD? Boleh sih, tapi akan butuh tingkat ketajaman tinggi hingga kemudian gambar yg terpampang di sana bisa terlihat oleh pengemudi di belakang dalan kondisi siang hari terik. Jadi saya pikir baiknya pake cara lain.
Mau yg murah, pasang aja poster print2an. Jadi teknisnya saat pengemudi di belakang berbaik hati memberi kita jalur, maka kita sbg pengemudi teriak ke orang yg di belakang, “Nah, gambarnya pasangen gih!”. Dengan sigap anak Anda pun menyahut, “Ha!? Opo, Pa?” dan baru beberapa detik kemudian dia ‘ngeh’ dg maksud bapaknya dan segera memasang poster seperti berikut di kaca belakang.
Untuk print2an kayak gini, karena ditaruhnya di kaca dalam, maka warnanya kudu kontras.

Tapi ternyata Anda ndak punya penumpang di belakang.
Maka kita masih bisa menggunakan cara lain. Coba kita pasang aja led message board yg sudah banyak beredar di pasaran (ndak tau pasaran mana). Contoh lednya seperti ini.

Jadi dia punya remote untuk memasukkan pesan yg kita inginkan di message board. Pesan yg muncul bisa bergerak, dan ada pilihan warna merah, hijau dan kuning. Led message board ini bisa juga dipasang sebagai alternatif 4 dan 5.
Di kala macet berat di jalan, pesan sederhana kayak gini sungguh bisa mbikin mood orang lain jadi baikan ![]()
Popularity: 32% [?]


October 21st, 2008 at 9:34 am
Hi hi hi, yg no.2 lucu puoL & agak ribet palagi kalo’ benar2 meluncur di Kuwolam Lumpur Lapindo -bisa-bisa dapet klakson-an dari para penggemar di belakang (din din, cepetan mlakune) he he he
Kalo’ aku milih yang no.3, terutama yg diprint. Bisa dipasang aja seterusnya, gak usah ngrepotin penumpang di belakang (itu pun kalo ada, he he he). Ketika sudah terpasang permanen di mobil khan bisa ‘mengucapkan’ terima kasih ke semua sopir yg memberi jalan. Lagian mungkin aja sopir yang juga ikutan memberi jalan. Khan asyik tuh, makin buanyak yg bergembira di jalanan.
Mas Guntar, makasih ya atas idenya … Sekalian aku sampekan salam dari Mas Guntar buat sopir misterius itu (kali aja aku kenal, he he he)