November 29th, 2008Untuk Keputusan yang Lebih Baik, Anda Harus Buat Lebih Banyak Salah
Pada 1953, karir James Burke di Johnson & Johnson hampir berakhir bahkan sebelum ia sempat memulainya. Segera setelah dia masuk di perusahaan, dia dipercaya sebagai direktur produk untuk beberapa ragam obat-obatan untuk anak. Seluruhnya gagal - gagal berjuta-juta dollar. Dia pun dipanggil ke kantor atasan, dan beranggapan kuat dia akan dipecat. Namun ternyata atasan tertinggi Johnson berkata padanya bahwa bisnis ini adalah tentang pengambilan keputusan. Anda tidak membuat keputusan tanpa kemudian berbuat kesalahan. Yang penting jangan sampai membuat kesalahan dua kali. Lagipula, perusahana sudah berinvestasi jutaan dollar untuk edukasi si James Burke ini. Klo sudah begitu, masa perusahaan mau dengan mudahnya melepaskan Burke.
Kapankah Anda alami pembelajaran yang paling berkesan dalam karir Anda? Mungkin adalah pada saat Anda telah buat suatu kesalahan serius. Satu kesalahan serius malah bisa2 beri pembelajaran lebih banyak ketimbang keputusan2 sukses digabung jadi satu. Masalahnya adalah ketika kita semakin bertambah tua dan berpengalaman, kita merasa jadi lebih sedikit lakukan salah. Kita memang bagus pada hal-hal yang kita lakukan, tapi bukan berarti kita bebas dari hasilkan kekacauan, bukan? Ketika masih balita, kita tersandung dan jatuh berulang kali. Orang2 bilangnya kita imut dan lucu. Namun ketika kita berbuat salah di saat udah gede, orang2 ndak lagi bilang kita lucu. Kita dihukum, dipecat, dan dipermalukan bahkan. Yang namanya salah memang ndak enak. Tapi semakin sedikit kesalahan yang kita buat, semakin sedikit juga kita belajar.

Pimpinan yang tidak sebijak General Johnson paling2 akan memecat Burke saat itu juga. Dengan memperkenankan Burke untuk membuat kesalahan besarnya, Johnson telah mendidik seorang eksekutif yang kelak kemudian menjadi salah satu pmpinan terhebat di Johnson & Johnson dan juga salah satu CEO paling berani dan juga dihormati, disebut oleh majalan Fortune sebagai “10 Greatest CEOs of All Time”. General Johnson juga membantu ciptakan budaya perusahaan yang memperkenankan adanya kesalahan. Bagi Burke sendiri, kesalahan yang telah dilakukan itu amatlah berarti dan tak akan pernah bisa dilupakan. Pada 1982, dia menghadapi sebuah krisis di mana terdapat tujuh orang meninggal di Chicago dari produk Tylenol akibat Sianida. Ini bisa menjadi akhir yang buruk bagi merk Tylenol, penghasil penghilang rasa sakit terbesar di amerika, dan bahkan bisa juga jadi akhir bagi perusahaan itu sendiri. Burke mengambil risiko yang amat besar dengan menarik jutaan botol Tylenol. Di saat itu, hal tersebut merupakan keputusan yang amat kontroversial, di mana ethics ditempatkan di atas profit. Biaya langsung yang harus dikeluarkan benar2 luar biasa bsar, dan tingkat pengembaliannya pun tak jelas. Namun Burke telah menghabiskan seluruh waktu di karirnya untuk membuat keputusan berani berdasar pada prinsip.
Untuk membuat keputusan yang lebih baik, Anda harus buat kesalahan lebih banyak. Anda harus memperkenankan orang lain membuat kesalahan. Lakukan di bidang2 yang tidak begitu terlihat (publik) dan juga berisiko rendah. Jangan pertaruhkan seluruh karir atau seluruh usaha Anda (kecuali jika memang benar2 dibutuhkan). Buatlah kesalahan, dan beri penghargaan pa mereka yang gagal untuk alasan yang benar.
Popularity: 21% [?]

